Sejarah

Mendirikan lembaga pendidikan adalah sebuah inspirasi besar dan mulia, namun dengan segala macam kondisi dan berbagai kendala yang dihadapi tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dengan bermodal pas-pasan diantaranya keterbatasan permodalan kami coba untuk tetap berjalan dengan semangat juang yang tinggi dan pantang menyerah, memiliki tujuan mulia dalam rangka ikut serta mencerdaskan bangsa melalui pendidikan non formal.

Cikal bakal ELMUNA bermula dari pendirian rental komputer pada tahun 2003 yang bermodalkan komputer 2 unit dan printer 1 unit. Kala itu rental komputer masih sangat diminati oleh masyarakat dan masih dikatagorikan prospek bagus usaha rental dan pengetikan. Dengan melihat perkembangan dari waktu ke waktu banyak yang bertanya tentang kursus komputer sehingga akhirnya saya membuka program shortcourse dan dari situlah mulai melakukan promosi menggunakan media brosur ke sekolah sekolah. Dan ternyata langsung banyak yang mendaftar sehingga saya semakin yakin untuk mendirikan Lembaga Kursus.

Dari situlah kami mulai memberanikan diri untuk melangkah yaitu membuka kursus komputer dan privat. Dengan modal dari peserta kursus itu sendiri lambat laun komputer kami pun bertambah. Jumlah siswa dari tahun ke tahun meningkat sehingga kami mengajukan ijin meneyelenggarakan kursus pada tahun 2006. Lembaga Kursus dan Pelatihan Elmuna telah mendapatkan izin dari pemerintah setempat dan telah memiliki ijin dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen sehingga sudah memiliki legalitas yang memadai untuk menjalankan usaha di bidang pendidikan non formal ini.

Dari tahun ke tahun perjalanan saya mengelola usaha ini ketika berjalan lancar dan siswa nya semakin banyak maka ada sebuah keinginan untuk membuka cabang dan akhirnya dengan spekulasi yang tinggi pada tahun 2010 membuka cabang dengan permoadalan perbankan dengan harapan bisa berhasil dan mengembangkan bisnis pendidikan ini. Awal mulanya baik baik saja dan lancar siswa di cabangpun langsung banyak yang berminat mengikuti kursus. Namun di tahun ke dua bisnis ini mulai menurun pendapatan pun menurun drastis sehingga menggaji karyawanpun mulai tidak lancar dan kadang juga terlambat belum lagi biaya kontrak yang makin tinggi membuat tidak bisa meneruskan elmuna cabang dan akhirnya pada tahun 2011 kita tutup dan masih sangat terngiang kala itu bahwa dengan menutup bisnis dicabang belum berakhir sampai disitu karena masih harus menanggung bebah hutang di bank yang saat itu sampai tidak bisa membayar bulannya sehingga tercatat dalam sejarah saya bahwa tahun 2011 memang bukan tahun keberuntungan buat saya. Dengan memiliki beban permasalahan yang luar biasa menurut saya tidak ada jalan lain kecuali menjual smua aset yang di miliki saat itu yang dimiliki hanya 1 unit mobil xenia harus dijual untuk menutup semua hutang hutang saya di bank. Di situlah masa masa sulit saya dalam membuka bisnis/ usaha bidang jasa pendidikan, disitulah terpuruknya saya ketika harus memulai dari awal lagi melakukan star dari awal lagi dengan segala keterbatasan. Saat itu kursus masih tetap berjalan di lokasi yang pertama sebelum membuka cabang tapi kondisinya pun sangat memprihatinkan untuk promosi saya sudah tidak memiliki anggaran yang cukup sehingga asal berjalan tertatih tatih.

Dari berbagai peristiwa itulah saya banyak belajar, dari berbagai peristiwa itulah saya mendapatkan banyak pengalaman dan tidak mungkin saya begini terus harus ada perubahan, sehingga pada tahun 2012 saya mulai bangkit lagi dengan semangat pantang menyerah dengan niat bismillah lagi dan mulai membangun langkah-langkah baru, strategi baru aktif mengikuti berbagai training, workshop, dan berbagai pelatihan pelatihan untuk memperdalam manajemen pengelolaan LKP. Sehingga tidak sia-sia itu smua  setelah berikhtiar kembali akhirnya bisa bangkin dan berusaha memulihkan usaha ini sampai akhirnya bisa bangkit dan berkembang dengan cara-cara yang berbeda dengan inovasi yang baru. Akhirnya bisa kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat lagi siswanya terus bertambah sampai saat ini. Sehingga sebagai trobosan baru  elmuna berupa meningkatkan Jaringan kemitraan di berbagai bidang. Melakukan pendekatan-pendekatan baik sekolah, Perguruan tinggi dan instansi lain sehingga mampu bersinergi di berbagai program pelatihan yang akhirnya bisa membawa elmuna semakin di kenal publik.

Seiring berjalannya waktu dan mengikuti arah kebijakan alhamdulillah elmuna telah memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Ditjen PAUD dan Dikmas Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. LKP Elmuna bersetatus Akreditasi (B) Baik dan Memiliki status kinerja (B) Baik dan berbagai prestasi bisa di raih walaupun masih bersifat lokal namun tak lama kemudian pada tahun 2014 pernah menjadi juara 1 LPK Berprestasi Tingkat Porvinsi Jawa Tengah, sehingga predikat penghargaan sebagai lembaga unggulan dan lembaga berprestasi. Dengan Slogan baru elmuna yaitu “ Unggulan dalam prestasi dan terdepan dalam inovasi “ dapat memberikan semangat baru kepada saya untuk terus berikan yang terbaik dengan hasil karya terbaik pula.

Memang mengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan tidak mudah memiliki tanggung jawab yang sangat besar sehingga harus di lakukan dengan cara-cara yang luar biasa. Kata bijak mengatakan “ TAKDIR MEMANG DI TANGAN TUHAN NAMUN NASIB LEMBAGA ITU DITANGAN MANUSIA YANG MENGELOLANYA” artinya keberhasilan lembaga kursus yang kita kelola betul-betul sangat bergantung kepada SDM yang ada di dalamnya/pengelolanya.

Saat ini dengan berbagai inovasi yang di lakukan dapat merubah keadaan dengan menerapkan berbagai strategi baik dalam bidang Kemitraan, Pemasaran, Pengembangan SDM dan Penggunaan Teknologi Informasi dapat mendorong memajukan sistem pengelolaan Lembaga Kursus dan Pelatihan karena dengan memasuki era revolusi industri berbagai peluang bisa di dapatkan oleh lembaga kursus.

Keberhasilan yang sudah di raih saat ini sangat merupakan strategi baru yang di lakukan oleh LKP ELMUNA  hadir sebagai sebuah lembaga pendidikan non formal yang siap melayani kebutuhan masyarakat dengan membuka program-program yang sangat di butuhkan di pasar. Aspek inilah yang memberikan nilai tambah bahwasannya kebutuhan pelatihan memang seharusnya di sesuaikan dengan kebutuhan pasar/DUDI. Hal ini dirasakan peningkatannya dengan melihat anomo masyarakat atau peserta didik sudah berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya sehingga bagaimana LKP memiliki kemasan tersendiri dah hadir untuk mampu menjawab tantangan dan permasalahan yang ada saat ini. Dengan memanfaatkan teknologi kita bisa berkembang cepat sehingga kalo tidak segera go digital maka akan tertinggal.

Oleh karena itu LKP elmuna secara pelan dan pasti akan mampu mengakomodir hal tersebut sehingga kedepan LKP ELMUNA bisa menangkap peluang pasar di bidang teknologi dengan tetap menggunakan konsep pelayan prima kepada masyarakat namun dengan melakukan transisi ke bidang digitalisasi dan berbasis online. Karena cenderung di era milenial mereka butuh di layani dengan cepat sehingga LKP perlu mengubah strategi baru dan mengupgrade kemampuan SDM yang ada di dalamnya untuk menghasilkan lulusan yang siap bersaing secara global.

Indikator keberhasilannya adalah dari berbagai institusi sangat membutuhkan kehadiran program dari LKP ELMUNA untuk melatih sesuai dengan kebutuhan mereka, baik dalam bidang IT maupun bidang lain contonya

  1. Sekarang program power point dan teknik presentasi sangat dibutuhkan maka elmuna langsung membuka kelas Tips dan Trik menyusun Presentasi Kelas Dunia,
  2. Banyak orang membutuhkan bagaimana berkomunikasi dengan baik buka public speaking,
  3. Banyak orang ingin belajar mengemudi dengan mudah dan murah kita siapkan paket dari yang terkecil sampai yang mahal sehingga trafic pendaftaran di online meningkat.
  4. Dan yang pling kekinian adalah pemasaran digital, bagaimana strategi pemasaran dalam bisnis.

Dengan metode ini akhirnya dapat memiliki tingkat keterjangkauan yang luas karena kosepnya adalah kebutuhan oleh karena itu elmuna siap hadir untuk memberikan materi kursus di mana saja, artinya kursus tidak harus datang ke lembaga bisa di lokasi yang mereka tentukan, bisa online sehingga tingkat keterjangkauan makin luas dengan metode ini. Masing masing divisi kita rubah strateginya sehingga akan memunculkan value/nilai tambah.